Monday, November 19, 2012
Perlukah ASI Ekslusif?
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI pertama (kolostrum) sangat baik untuk diberikan karena mengandung zat kekebalan bagi tubuh untuk menahan serangan penyakit.
ASI Ekslusif adalah salahsatu cara untuk menurunkan angka kematian bayi yang artinya akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta peningkatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM). Angka Kematian Bayi di Indonesia cukup tinggi, mencapai 34 bayi per 1000 kelahiran hidup. Tahun 2015 target kementrian kesehatan RI AKB menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup.
Pada tahun 2001 WHO/ Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan adalah yang terbaik
Memberi ASI Eksklusif artinya hanya memberikan ASI saja pada bayi usia 0 – 6 bulan tanpa memberi tambahan makanan lain, bahkan air putih pun tidak diberikan.
Ada 10 keuntungan memberikan ASI Eksklusif :
1. 6-8 kali lebih jarang mederita kanker anak
2. Resiko dirawat dengan sakit saluran pernafasan 3x lebih jarang dari bayi
yang rutin konsumsi susu formula
3. Sebanyak 47% lebih jarang diare
4. Mengurangi resiko kurang gizi dan vitamin
5. Lebih kebal terhadap alergi
6. Mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah
7. Mengurangi penyakit menahun seperti usus besar
8. Mengurangi kemungkinan terkena asma
9. Mengurangi resiko terkena kencing manis
10. Mengurangi resiko terkena bakteri dari susu formula yang tercemar
Tips sukses memberikan ASI eksklusif
• Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
• Menyusui secara ekslusif,
• Menyusui kapanpun bayi meminta
• Pompa payudara sehabis menyusui. Payudara yang kosong akan semakin
mempercepat produksi ASI.
• Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak
bersama anak. Penggunaan dot tidak dianjurkan paling tidak sampai usia bayi
6 bulan sebab dapat mengganggu perkembangan sistem syaraf dan struktur
tulang kepala.
• Jangan terlalu cepat memindahkan posisi menyusui dari payudara kiri ke
kanan, dan sebaliknya. ASI yang keluar setelah 15 menit pertama justru
banyak mengandung lemak yang dapat mengenyangkan bayi. Jangan lakukan
posisi menyusui tiduran sampai ketiduran kalau ibu punya kebiasaan tidur,
karena bayi bisa tertindih dan tidak bisa bernafas.
• Makan makanan yang bergizi dan minum cairan yang cukup banyak. Makanannya
usahakan banyak sayur hijau dan makanan laut. Daun katuk segar lebih cepat
menghasilkan daripada suplemen seperti Pro ASI atau Lancar ASI. Minum madu
juga sangat bermanfaat
• Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang. Ibu harus cukup istirahat dan
jangan stres! Stres membuat ASI mendadak kering.
• Yang terpenting yaitu rasa percaya diri bahwa kita mampu untuk memberikan
yang terbaik untuk bayi kita yaitu ASI.
Hasil penelitian dari Riskesdas tahun 2010, menunjukan bahwa pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya 15%. Sehingga rendahnya pemberian ASI Eksklusif merupakan ancaman bagi tumbuhkembang anak yang akan berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia.
Hambatan yang terjadi dalam pemberian ASI Eksklusif adalah maraknya promosi dari susu formula, ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif dan kurangnya fasilitas tempat untuk menyusui bagi ibu yang bekerja atau untuk memerah ASInya.
Sebesar 80% perkembangan otak dimulai dari masih dalam kandungan sampai usia 3 tahun yang dikenal dengan periode emas.
DAFTAR PUSTAKA
1. Pedoman Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui
Dharma Wanita Persatuan. Jakarta. 2010.
2. Asuh/wikia.com/ASI_eksklusif
3. Health.kompas.com/…/ASi.ekslusif.untuk.bayi
4. www.antara news.com/…/dukung-ibu-berikan-…
5. gizi.depkes.go.id/pedoman-gizi/BKM-11.d…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment