Monday, November 19, 2012
Yuk Menghitung Masa Subur!
Apa itu masa subur?
Masa subur adalah sebuah periode ketika ovum matang siap dibuahi oleh sperma, atau dalam bahasa sederhananya masa seorang perempuan berpotensi untuk hamil. Dan ternyata masa hidup ovum itu hanya berlangsung selama 12-24 jam dalam 1 bulannya. Sebentar banget ya. Tetapi, yang harus diperhatikan juga, sperma dapat bertahan hidup dalam traktus genitalia seorang perempuan setelah penetrasi adalah 48-72 jam atau 2-3 hari pasca penetrasi.
So... untuk suami istri yang gak pengen hamil tapi belum menggunakan alat kontrasepsi, sebaiknya menghindari masa subur itu.
Metode menghindari berhubungan seksual selama masa subur tanpa menggunakan alat kontrasepsi dinamakan Metode Keluarga Berencana Alamiah/Natural Family Planning/Fertility Awareness Methods/Metode Rhythm/Periodik Abstinent atau Pantang Berkala.
Sedangkan buat suami istri yang pengen banget cepet-cepet punya anak, nah.. pada masa inilah masa yang paling tepat untuk melakukan hubungan.
Siklus masa subur tiap perempuan itu berbeda. Rata-rata siklus haid berlangsung selama 28 hari. Jika kurang dari 21 hari disebut polimenore, sedangkan jika lebih dari 35 hari disebut oligomenore. Hal tersebut terjadi karena adanya pengaruh hormon estrogen dan progesteron.
Ada berbagai macam metode KB Alamiah untuk menentukan saat ovulasi :
1. Metode Kalender (Ogino-Knaus)
2. Metode Suhu Badan Basal
3. Metode Lendir Serviks (Billings)
4. Metode Sympto-thermal
Untuk perempuan yang memiliki siklus haid 28 hari, maka fase yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Fase Menstruasi, berlangsung kira-kira 5 hari,
2. Fase Proliferasi, yaitu suatu fase ketika ovum dimatangkan di ovarium, dan fase ini berlangsung selama 9 hari,
3. Fase Ovulasi, yaitu fase ketika ovum yang telah matang lepas dari ovarium menuju rahim. Inilah yang disebut masa subur,
4. Fase Sekretori adalah fase ketika ovarium memproduksi hormon progesteron untuk mempersiapkan rahim agar dapat ditempeli zigot setelah terjadi pembuahan
Karena adanya perubahan-perubahan hormonal dalam tubuh, maka gejala yang timbul adalah :
1. Pola Suhu Badan Basal
2. Pola Lendir serviks
3. Sakit Perut sekitar masa ovulasi
4. Spotting.perdarahan intermenstrual
5. Nyeri Payudara
6. Perubahan posisi dan konsistensi serviks
7. Perubahan kejiwaan
8. Perubahan libido
Bagaimana cara menentukan masa subur
Ada beberapa cara menentukan masa subur :
1. Metode Kalender
2. Metode Suhu Badan Basal
3. Metode Lendir Serviks (Billings)
4. Metode Sympto-thermal
Yang akan dibahas dalam postingan ini hanya metode Kalender. Yang lain menyusul yaaa..
I. Metode Kalender Ogino-Knaus
- Metode ini digunakan untuk perempuan yang siklus haidnya tidak menentu.
a. Catat data haid selama 6-12 bulan terakhir,
b. Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek untuk menentukan awal dari masa suburnya,
c. Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa suburnya.
Contoh : Setelah kita catat selama 6-12 bulan terakhir, ternyata siklus terpanjang adalah 31 hari dan siklus terpendek 26 hari. Maka, 31 – 11 = 20. 26 – 18 = 8. Jadi, perkiraan masa subur berlangsung dari hari ke 8 sampai hari ke 20.
- Jika siklusnya teratur, masa subur berlangsung 14+/- 1 hari haid berikutnya artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
II. Metode Kalender dengan Menghitung Masa Subur dan Prasubur
- Masa subur = hari terakhir haid +13 hari
- Masa pra subur = masa subur – 3 dan masa subur + 3
Contoh : jika hari terakhir haid tanggal 10 maka tanggal masa subur adalah 23. Masa prasubur awal tanggal 20 dan masa prasubur akhir tanggal 26.
III. Metode Kalender Dengan Menggunakan Tabel
Simak tabel berikut:
Siklus menstruasi Ovulasi Masa subur
22 Hari ke-8 Hari ke-7 sampai 9
23 Hari ke-9 Hari ke-8 sampai 10
24 Hari ke-10 Hari ke-9 sampai 11
25 Hari ke-11 Hari ke-10 sampai 12
26 Hari ke-12 Hari ke-11 sampai 13
27 Hari ke-13 Hari ke-12 sampai 14
28 Hari ke-14 Hari ke-13 sampai 15
29 Hari ke-15 Hari ke-14 sampai 16
30 Hari ke-16 Hari ke-15 sampai 17
31 Hari ke-17 Hari ke-16 sampai 18
32 Hari ke-18 Hari ke-17 sampai 19
33 Hari ke-19 Hari ke-18 sampai 20
34 Hari ke-20 Hari ke-19 sampai 21
35 Hari ke-21 Hari ke-20 sampai 22
36 Hari ke-22 Hari ke-21 sampai 23
Contoh :
- Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
- Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
Siklus menstruasi: 33 hari
Ovulasi: 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)
Nah, setelah membaca postingan ini... Yuk kita hitung masa subur kita, agar kita makin mengenal tubuh kita sendiri.
Sumber :
1. Saifuddin, Abdul Bari. 2004. Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. BKKBN
2. Hartanto, Hanafi. 2004. KB dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta
3. bidanku.com/index.php?/Menghitung –Masa –Subur
4. Organisasi.org/rumus-menghitung-masa-subur-sistem-kalender-cara-mencegah-kehamilan-hubungan-suami-isteri
5. Kosmo.vivanews.com/128470-mari-menghitung –masa-subur
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment